Text
Tetralogi Pramoedya Ananta Toer : BUMI MANUSIA
Novel Bumi Manusia merupakan seri pembuka dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang berlatar belakang pada akhir masa kolonial Belanda di Indonesia (awal abad ke-20). Kisah ini berpusat pada Minke, seorang pemuda pribumi cerdas dan satu-satunya siswa Jawa yang bersekolah di Hogere Burgerschool (HBS) Surabaya. Sebagai anak seorang bupati, Minke sangat mengagumi kemajuan peradaban, ilmu pengetahuan, dan modernitas Eropa. Namun, pandangan tersebut mulai goyah ketika ia masuk ke dalam kehidupan keluarga Mellema di Wonokromo.
Di sana, Minke jatuh cinta kepada Annelies Mellema, seorang gadis Indo-Belanda jelita, dan sangat mengagumi ibu Annelies, Nyai Ontosoroh. Nyai Ontosoroh adalah seorang perempuan pribumi yang dijual menjadi gundik (nyai) oleh ayahnya sendiri kepada Herman Mellema. Meskipun berstatus sosial rendah di mata hukum, Nyai Ontosoroh bangkit menjadi perempuan mandiri, cerdas, dan tangguh yang mampu mengelola perusahaan pertanian besar milik keluarga tersebut secara mandiri.
Melalui hubungan asmara antara Minke dan Annelies, novel ini mengeksplorasi benturan budaya, rasisme sistemik, segregasi kelas sosial, serta ketidakadilan hukum kolonial Belanda yang mendiskriminasi kaum pribumi. Puncak konflik terjadi ketika hukum kolonial tidak mengakui pernikahan Minke dan Annelies secara hukum Belanda, serta merampas seluruh hak asuh Nyai Ontosoroh atas anak dan perusahaannya pasca-kematian Herman Mellema.
Tidak tersedia versi lain